Saturday, 5 July 2014

Profil Seorang Peserta BLC Penjaringansari

BLC Rusun Penjaringan Sari

Pendirian Broadband Learning Center (BLC) Surabaya, dengan salah satu tujuannya sebagai tempat pelatihan pemanfaatan TIK secara selektif bagi UKM, pelajar SD, SLTP, dan SLTA di Kota Surabaya, saat ini semakin di kenal warga Surabaya. Tujuan BLC tersebut diharapkan bisa memenuhi keinginan warga Surabaya, khususnya bagi pelaku ekonomi Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk belajar dan mendapatkan pelatihan gratis TIK. Melihat banyaknya kreatifitas dari warga yang memiliki nilai jual, Broadband Learning Center (BLC) turut serta secara aktif membantu untuk mempromosikan produk dan komoditi dari usaha kecil tersebut, tentunya melalui media teknologi dan informasi. 

Ibu Siti Nor Chotimah
Di BLC Rusun Penjaringan Sari, yang berada di area Rungkut, Surabaya Timur, sampai saat ini telah membantu beberapa warga sekitar Rungkut yang tergabung dalam UKM untuk belajar komputer dan teknologi internet. Salah satunya adalah Ibu Siti Nor Chotimah, seorang warga kelurahan Medokan Ayu - Rungkut yang juga salah satu anggota UKM Lily, telah mendaftar sebagai peserta pelatihan di BLC Rusun Penjaringan Sari karena keinginannya yang kuat untuk belajar komputer serta demi mendapatkan cara efektif dan efisien dalam memasarkan produknya.

Bu Nur, demikian panggilannya, mempunyai usaha kecil pembuatan tas rajut talikur. Kerja Keras Ibu Nur ini bahkan pernah dihargai oleh Ibu Risma (Walikota Surabaya).  "Saya sangat senang bisa bertemu dengan Ibu Risma, tidak masalah beliau membeli tas dengan harga yang biasa." ujar Ibu Nur. "Setidaknya kerja keras dan semangatnya banyak memberikan saya inspirasi," imbuh Ibu yang memiliki tiga anak tersebut.

Bu Nur selama pelatihan
Bila dibandingkan dengan tas rajut lainnya, karya Ibu Nur terbilang bagus karena tas tersebut dirajut sendiri dan beliau juga menerima pesanan sesuai dengan model yang diinginkan pembeli. Alhasil usaha tas rajut talikur Ibu Nur telah beredar ke luar kota Surabaya, bahkan hingga ke luar pulau. Banyak bercerita tentang perkembangan usaha kecil menengahnya itu, Ibu Nur berinisiatif untuk membuat Logo atas produknya.
Setelah dibimbing dan dibantu oleh Instruktur BLC, kini Ibu Nur telah memiliki logo sendiri, meski terbilang masih sederhana namun kini tas rajut talikurnya bisa lebih dikenal dan patenkan secara pribadi.

Hasil bimbingan untuk materi desain sederhana, Bu Nur membuat logo untuk produknya.

Kini tiap BLC yang didirikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah kota Surabaya, tengah berupaya membantu menerapkan konsep Lebih Efisien dan Lebih Praktis bagi masyarakat yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam menghadapi perdagangan bebas.

Model tas rajut talikur yang pernah dibeli Bu Risma











Foto hasil karya Bu Nur sebagai bahan promosi melalui media Facebook dan Blog

2 comments: